Bercerita tentang Jati Wesi, pria 26 tahun yang pekerjaannya merangkap tukang kebun, pemulung dan peracik parfum. Dia dijuluki hidung tikus, karena hidung ajaibnya yang mampu mengendus diluar batas wajar manusia. Jatipun dipertemukan dengan Suma, Rupanya ia merasa tersaingi, karena Suma juga memiliki bakat penciuman luar biasa, tapi bedanya sensitifitas Suma membuatnya mudah muntah sampai perlu…
Buku ini dapat digunakansebagai sarana untuk membantu pengajar dan pelajar untuk berfokus pada bidang paling penting dalam biologi. Buku ini ditata menjadi empat bidang inti, yaitu sel, gen, evolusi dan ekologi. Dalam edisi baru ini telah terjadi beberapa penyesuaian dengan oendekatan masa kini denga menyingkirkan beberapa rincian dan istilah teknis.Beberapa fitur baru yang ditambahkan dalam ed…
Sebuah kisah tentang menemukan tujuan, ke mana hendak pergi, melalui kenangan demi kenangan masa lalu, pertarungan hidup-mati, untuk memutuskan ke mana langkah kaki akan dibawa.
Mendengar kata \"ekonomi\", mungkin banyak orang yang mikir itu sesuatu yang jauh dari keseharian, ribet, penuh angka dan grafik, dan cukup diurus sama para ekonom pintar yang sering muncul di TV atau duduk di kursi menteri.\r\nKita, orang biasa? Gak perlu lah ngurusin ekonomi.\r\nPadahal, setiap keputusan kita, dari milih baju sampai milih karier, adalah ekonomi.\r\nAC = TC Q\r\n\r\nEkonomi bu…
Gambar yang dibuat seorang wanita hamil di internet...\r\nGambar yang dibuat seorang anak kecil sebagai hadiah Hari Ibu...\r\nGambar yang dibuat seorang korban pembunuhan di saat-saat terakhirnya...\r\n\r\nJika dilihat sekilas, gambar-gambar ini terkesan biasa saja. Namun, jika dicermati lebih dalam, di sana-sini terdapat keganjilan... keganjilan yang akhirnya mendorong seorang detektif amatir …
Di buku ini, kami mengumpulkan berbagai kerangka berpikir beserta studi kasusnya yang secara personal sudah kami pakai dalam hidup dan sangat berguna bagi kami untuk menentukan tujuan hidup, menyusun argumen, mengatur prioritas, mengambil keputusan dalam karier dan hubungan, menimbang risiko, memilah pertemanan, dan banyak lagi!
Seumur hidupnya Alif tidak pernah menginjak tanah di luar ranah Minangkabau. Masa kecilnya dilalui dengan berburu durian runtuh di rimba Bukit Barisan, main bola di sawah dan mandi di air biru Danau Maninjau. Tiba-tiba dia harus melintasi punggung Sumatera menuju sebuah desa di pelosok Jawa timur. Ibunya ingin dia menjadi Buya Hamka walau Alif ingin menjadi Habibie. Dengan setengah hati dia men…
Alif baru saja tamat dari Pondok Madani. Dia bahkan sudah bisa bermimpi dalam bahasa Arab dan Inggris. Impiannya? Tinggi betul. Ingin belajar teknologi tinggi di Bandung seperti Habibie, lalu merantau sampai ke Amerika.Dengan semangat menggelegak dia pulang kampung ke Maninjau dan tak sabar ingin segera kuliah. Namun kawan karibnya, Randai, meragukan Alif mampu lulus UMPTN. Lalu dia sadar, ada …