Hujan adalah janji setia langit kepada bumi. Tak perlu ditunggu, ia pasti datang. Kita terjebak pada hujan yang sama, tetapi tak bisa saling bicara. Membuatku terus menunggumu memutar badan dan melempar senyum kepadaku. Aneka rasa tumpah dari langit. Cemas dan rindu tak bisa kucegah. Rasa yang begitu besar, mengalahkan rasa lainnya. Jarak kita tak jauh. Namun, tak bisa bertatapan, apalagi berbi…
Ada dua puluh delapan cerita di buku ini. Bersiaplah, mungkin saat membacanya, kamu akan terbawa berbunga-bunga. Cerita tertentu bisa juga membawa tawa sekaligus kesedihan. Atau kemungkinan terbaiknya, membuatmu mengenang sesuatu yang tidak dia bawa pergi saat meninggalkanmu.
Di sebuah negeri, penegakan hukum kacau balau. Pada yang kecil hukum sangat bengis, pada yang kuat hukum bisa diatur semaunya. Maka seorang eksekutor datang menghabisi petinggi negeri. Mulai dari menteri, jenderal polisi, jaksa, hakim, pengacara, dibunuh satu per satu.
Terdiri atas tiga puluh satu cerita rakyat nusantara
Buat apa kamu memikirkan apa yang dipikirkan orang lain? Buat apa kamu mencemaskan apa yang akan dinilai orang lain? Kekhawatiran, juga kecemasan yang sejatinya mungkin tidak pernah ada. Dulu, sekarang, hingga kapan pun, dia adalah kakakku.
Jika seseorang buta, tapi dia masih bisa mendengar, maka dunia tidak terputus darinya. Dia masih punya akses untuk belajar, juga berkomunikasi dengan orang lain, lewat telinganya. Jika seseorang tuli, tapi dia masih bisa melihat, maka dunia juga tidak terputus darinya. Dia masih punya akses belajar, juga berkomunikasi, lewat matanya.
Semangat Dukuh Paruk kembali menggeliat sejak Srintil dinobatkan menjadi ronggeng baru, menggantikan ronggeng terakhir yang mati dua belas tahun yang lalu. Bagi pedukuhan yang kecil, miskin, terpencil, dan bersahaja itu, ronggeng adalah perlambang. Tanpanya, dukuh itu merasa kehilangan jati diri. Dengan segera Srintil menjadi tokoh yang amat terkenal dan digandrungi. Cantik dan menggoda. Semua …
KISAH DISAH ini sudah tertinggal puluhan tahun lebih. Maka ibarat seseorang yang ketinggalan kereta, bukan cuma kilau lampu dan getar rel yang telah hilang di tikungan sana, bahkan gerbong dan lokomotifnya sudah karatan dipensiunkan. Cerita ini sudah menguap puluhan tahun lebih. Maka ibarat embun menggelayut malas di daun rumput, rerumputan itu sudah menjadi hutan, tidak tersisa lagi kenanganny…
Dia bisa ke mana pun dia mau, tidak bisa dikurung. Dia bisa pergi kapan pun dia ingin pergi, tidak ada pintu, dinding, yang bisa menahannya. Jangan dibicarakan, jangan dibahas, jangan diganggu. Maka mereka tidak akan menggangu kita. Sesuk. Kamu akan tahu, apa dan kenapa? Kamu akan tahu, siapa dan mengapa? Semua kejadian? Semoga itu belum terlambat.