Text
Madilog: materialisme dialektika logika
Bila kaum muda yang telah belajar di sekolah dan menganggap dirinya terlalu tinggi dan pintar untuk melebur dengan masyarakat yang bekerja dengan cangkul dan hanya memiliki cita-cita yang sederhana maka lebih baik pendidikan itu tidak diberikan sama sekali.\r\n\r\nDi dalam karya besarnya ini, Tan Malaka mendorong bangsa Indonesia agar menguasai ilmu filsafat. Namun, bukan sembarang filsafat, melainkan filsafat yang didasarkan pada bukti nyata (ilmiah atau saintis). Ia meyakini bangsa Indonesia (dan bangsa-bangsa lain di dunia) lama terkungkung dalam penjajahan karena terbelenggu oleh pemikiran rohani bercampur mistis. Sebagai solusi, baginya sains adalah cara berpikir paling jitu, tepat, cemerlang untuk keluar dari “penjajahan” baru, yakni dominasi kapitalisme, feodalisme, dan antek-anteknya.
Tidak tersedia versi lain