PERPUSTAKAAN MAN 4 BOGOR

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Kembara Rindu
Penanda Bagikan

Text

Kembara Rindu

Habiburrahman El Shirazy - Nama Orang;

Setelah Diana pulas, keharuan Ridho meledak. Mata pemuda itu berkaca-kaca. Ia menyadari dirinya sedang ada di dalam kereta, duduk disamping putri bungsu Kyainya. Ia baru saja meninggalkan pesantren. Ia dalam perjalanan pulang. Inilah hidup, tidak ada yang tetap selamanya. Ia tidak mungkin terus tinggal di pesantren jadi santri sepanjang hayatnya. Matahari terus berputar pada garis edarnya. Bumi berputar pada porosnya. Siang dan malam datang pergi bergantian. Ia teringat nasehat Simbah Kyai Nawir dalam salah satu pengajiannya.
“Santri-santriku, dalam pengembaraan mengarungi kehidupan dunia ini jadilah kalian orang-orang yang penuh rindu. Orang-orang yang rindu pulang. Jadilah seperti orang mengembara dan sangat rindu untuk segera bertemu keluarganya. Orang yang didera rindu untuk segera pulang, itu berbeda dengan orang yang tidak merasa rindu, meskipun sama-sama bepergian. Orang yang didera rasa rindu, tidak akan membuang-buang waktunya dijalan, ia ingin cepat-cepat sampai rumahnya. Sebab, ia ingin bertemu dengan orang-orang yang dicintainya. Sebaliknya, orang yang tidak merasa rindu, mungkin dia mampir di satu tempat dan berlama-lama di situ, jadinya banyak waktu yang terbuang sia-sia.
Di dunia ini kita seperti orang bepergian, orang yang mengembara. Dunia ini bukan tujuan kita. Tujuan kita adalah Allah. Kita harus memiliki rasa rindu yang mendalam kepada Allah. Dan Allah akan membalas dengan kehangatan rindu dan ridha-Nya yang tiada bandingannya.”
Novel ini ditulis oleh Habiburrahman El Shirazy atau biasa disapa Kang Abik. Ia adalah sarjana Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Ia dikenal sebagai dai, novelis, dan penyair. Karya-karyanya banyak diminati bukan hanya di Indonesia, tapi juga negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Brunei. Karya-karya fiksinya dinilai kental nilai Islaminya dan mendorong semangat para pembacanya.
Daftar Isi
Kabut di Puncak Pesagi
Senja di Sidawangi
Tangis Haru
Kembara Rindu
Peristiwa di Atas Kapal
Pertemuan
Perjuangan di Kampung Halaman
Kelebatan Sejarah Keluarga
Menagih Hutang
Tawaran
Menjaga Pusaka.
Ketika Fajar Menyingsing
Jiwa yang Gerimis


Ketersediaan
#
Ruang Koleksi Utama (Rak 800) 899.221 HAB k
M4B-00231
Tersedia
#
Ruang Koleksi Utama (Rak 800) 899.221 HAB k
M4B-00329
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
Dwilogi Pembangun Jiwa
No. Panggil
899.221 HAB k
Penerbit
Jakarta : Republika Penerbit., 2019
Deskripsi Fisik
iv, 266 hlm.: 21 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-623-745-809-8
Klasifikasi
899.221
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cet.1
Subjek
Fiksi Indonesia
Novel Religi
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Habiburrahman El Shirazy
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

PERPUSTAKAAN MAN 4 BOGOR
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan MAN 4 Bogor merupakan salah satu unit yang  tidak terpisahkan dari MAN 4 Bogor.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?