Hercule Poirot merasa kesal dan muram. Sebuah kematian bukanlah hal yang sama sekali menyenangkan. Tetapi, di sini mereka semua menggodanya dengan menampilkan suatu adegan pembunuhan. Di sebuah tepi kolam, terdapat sosok tubuh yang ditaruh dengan secara artistik dan lengannya dibiarkan terlentang, bahkan ada juga bercak-bercak merah di tubuhnya yang menetes.rnrnSosok itu lelaki berparas tampan. Sebagian orang mengelilinginya dengan berbagai pose yang sangat aneh. Semuanya tampak tidak professional. Namun, Poirot mulai menyadari bahwa adegan pertunjukan ini sangatlah nyata. Tampak nyata sampai membuat dirinya terkejut layaknya dihantam sebuah palu.rnrnTernyata, cairan yang menetes itu bukanlah cat merah biasa. Hal itu melainkan setetes darah dari lelaki yang tergeletak di sana dan sedang menunggu ajalnya.