Syekh Siti Jenar memiliki nama kecil San ‘Ali. Ia lahir sekitar tahun 829 H/1426 M, ayahnya bernama Syekh Datuk Shaleh, seorang ulama ahli Al-Qur’an di lingkungan Pakuwuan, Caruban, yang sekarang lebih dikenal sebagai Astana Japura, sebelah Tenggara Cirebon. Saat dewasa, Syekh Siti Jenar menjadi tokoh ulama yang sangat populer terutama di tanah Jawa. Ulama yang dikenal dengan panggilan S…
Pangeran Diponegoro merupakan tokoh sentral Perang Diponegoro atau Perang Jawa. Perang ini berhasil menyatukan perjuangan rakyat Jawa melawan penjajahan Belanda dan menginspirasi perjuangan sejenis di banyak daerah di Indonesia. Perang Diponegoro nyaris membuat Belanda bangkrut sehingga mereka berbuat licik melakukan pengkhianatan kepada Pangeran Diponegoro untuk menghentikan perjuangannya. Buk…
Raden Fatah lahir pada tahun 1448 M/1370 tahun Saka. Ayahnya bernama Pangeran Kertabhumi Prabu Brawijaya V Raja Majapahit dan ibunya merupakan Putri Champa yang beragama Islam di Palembang. Raden Fatah merupakan cucu Rajasawardhana.Pangeran Kertabhumi memberi nama Raden Fatah dengan nama “Raden Praba”. Sedangkan Arya Damar (Adipati Palembang/Sapu Talang) yang merupakan ayah sambungnya membe…
Bibliografi: halaman 50-51 ; Jaka Tingkir bernama asli Mas karebet, putra dari Ki Ageng Pengging II atau Ki Kebo Kenanga. Ia juga anak angkat dari Nyai Ageng Tingkir. Jaka Tingkir merupakan salah satu tokoh ternama dalam sejarah penyebaran Islam di pulau Jawa. Ia terkenal sebagai seorang pemimpin yang cerdas, tegas, pemberani, bijaksana, dan berwibawa. Setelah melalui proses perjuangan yang san…
Sultan Ageng Tirtayasa atau Pangeran Ratu ing Banten, yang bergelar Abu al-Fath ‘Abdul Fattah dilahirkan pada tahun 1637 M. Nama kecilnya adalah Pangeran Surya. Nama tersebut diambil dari bahasa Sansekerta yang artinya ‘Matahari Terbit’. Ia berwajah tampan, berotak encer sejak kecil, supel dalam pergaulan, dan berakhlak luhur. Kesultanan Banten mengalami kemajuan pesat dalam bidang pemeri…
“Jika hanya karena darah bangsawan mengalir dalam tubuhku, sehingga saya harus meninggalkan partaiku dan berhenti melakukan gerakanku (aktivitas), irislah dadaku dan keluarkanlah darah bangsawan itu dari dalam tubuhku, supaya Datu (Raja) dan hadat tidak terhina kalau saya diperlakukan tidak sepantasnya,” ucap Opu Daeng Risaju suatu kali. Buku ini mengangkat kisah inspiratif Opu Daeng Risaju…
Rahmah El Yunusiyah lahir pada Jumat, 20 Desember 1900 M. Ia adalah putri Syekh Muhammad Yunus, seorang ahli ilmu falak dan hisab di Pandai Sikek. Rahmah berjuang dalam membebaskan kaum perempuan dari belenggu kebodohan dengan mendirikan Diniyyah Puteri, sekolah khusus perempuan yang sampai kini masih beroperasi dan melahirkan banyak tokoh ternama. Perjuangan Rahmah dalam mendidik kaum perempua…
Buku ini mengangkat kisah inspiratif Sultanah Safiatudin, seorang ratu Kesultanan Aceh yang dikenal sebagai pemimpin arif, bijaksana, dan ulung dalam berdiplomasi. Selama masa kepemimpinannya, ia banyak berkontribusi bagi kemajuan Kesultanan Aceh sehingga mengubah pandangan tentang peran perempuan dalam dunia pemerintahan yang selalu dianggap kecil. Sosok dan teladannya merintis jalan bagi pere…
Tuanku Imam Bonjol dilahirkan pada tahun 1772 dengan nama Peto Syarif. Ia dikenal cerdas sejak kecil. Ketika berusia 30 tahun, ia dikenal sebagai anak muda yang matang ilmu dan pengalaman hidup. Ia digelari Malin Baso ketika menjadi guru agama di kampung menggantikan ayahnya. Malin Baso aktif dalam gerakan Padri pada awal abad ke-19. Basis gerakannya berada di kaki bukit Tajadi yang bernama Bon…
Sunan Kalijaga dilahirkan dengan nama Raden Mas Said. Ia putra Adipati Tuban, Jawa Timur. Sunan Kalijaga termasuk salah satu anggota dewan Wali Songo (sembilan wali) yang berperan penting dalam mengislamkan masyarakat di Pulau Jawa. Sunan Kalijaga punya cara unik dalam berdakwah. Ia menyampaikan ajaran Islam secara halus, ramah, merangkul, dan tidak memaksa. Ia juga berdakwah dengan menyesuaika…