"""Semula Kania menduga bos barunya pria separuh baya, ubanan, dan berperut buncit. Tapi saat pertama kali bertemu, Kania terperangah mendapati pria dengan wajah indo yang memikat, hidung mancung, sorot mata tajam dinaungi alis yang kelam. “Adrian Hanson,” katanya sambil menjabat tangan Kania. Kania berusaha keras mengabaikan pesona pria itu. Apa kata orang jika sang asisten berani-be…