Ini kisah tentang rumah, tempat yang mengizinkanmu gagal berkali-kali. Di sini kau boleh lelah, kau boleh mengeluh. Di sini pula kau boleh salah, kau boleh marah. Bila perjalananmu sudah terlalu jauh dan melelahkan, pulanglah. Ambil selimut, menangislah. Ambil segelas teh hangat, teguklah. Bila kau sudah cukup kuat, kau boleh berkelana lagi. Dan rumahmu akan selalu setia menunggumu kembali. …
Gaji? Cukup, cukup besar. Karier? Mulus melesat. Bisnis? Sebentar lagi soft launching. Karya? Sudah banyak yang suka. Jodoh? Aih! Sedikit lagi. Mantap betul nasib Arko, Gala, Juwisa, Sania, Ogi, dan Randi. Para alumnus kampus UDEL yang amburadul ini ternyata berhasil melawan tikus-tikus kehidupan. Namun, tikus-tikus itu nyatanya tidak sepenuhnya hilang. Mereka malah membesar, menyelinap dalam p…
Fakir miskin dipelihara oleh negara, lalu siapa yang memelihara fakir asmara? Patah hati? Hal biasa. Jadi “badut” yang menghibur saja? Apa boleh dikata. Ditinggal saat lagi sayang-sayangnya? Sudah level dewa. Berbeda dengan judul-judul di seri Kami (Bukan) lainnya yang selalu bertokoh utama para mahasiswa dan alumni Kampus UDEL, di buku ini, sang dosen mereka yang inspiratif itu yang jad…
"""Semula Kania menduga bos barunya pria separuh baya, ubanan, dan berperut buncit. Tapi saat pertama kali bertemu, Kania terperangah mendapati pria dengan wajah indo yang memikat, hidung mancung, sorot mata tajam dinaungi alis yang kelam. “Adrian Hanson,” katanya sambil menjabat tangan Kania. Kania berusaha keras mengabaikan pesona pria itu. Apa kata orang jika sang asisten berani-be…
Klub musik sekolah terancam dibubarkan kalau Irish tak bisa menunjukkan bahwa klub itu punya prestasi. Irish pusing. Lebih pusing lagi ketika Bu Dewi memintanya untuk mengajak Alvaro bergabung. Alvaro itu cowok belagu, troublemaker, suka bolos dan tidur di bawah pohon belakang sekolah. Tapi… kata Bu Dewi, Alvaro bisa menyelamatkan klub musik. Irish mengalah. Lalu, diiringi denting piano, peti…
Buku sejarah indonesia ini memberi gambaran yang cukup lengkap tentang sejarah nasional indonesia yang disajikan secara kronologis. Pemaparan di bagi dalam 10 zaman, yakni zaman prasejarah, zaman kuna, zaman modern awal, zaman kedatangan kolonial bangsa-bangsa barat, zaman kebangkitan nasional, zaman pendudukan jepang dan kemerdekaan indonesia, zaman pasca kemerdekaan dan diplomasi mempertahank…
Sea. Namanya sesuai dengan tempat ia di mana dilahirkan. Permukiman di tepi pantai. Seorang anak iseng, gemar meniup seruling, dan sangat tak suka masuk ke hutan. Bapak berharap ia kelak menjadi seorang nelayan yang handal, yang dapat meneruskan jejak keluarganya itu. Namun demikian, Sea tak pernah tahu bahwa tangan takdir akan membawanya jauh dari kampung sendiri. Klara. Ia merupakan seorang …
Bagi Laras, tak ada orang yang lebih penting dalam hidupnya selain Ummi. Bahkan soal memilih pendamping hidup yang semestinya menjadi hak dan wilayah yang siapa pun tak boleh memasukinya, tak akan ia putuskan tanpa ridha dan restu Ummi. Apa itu menunjukkan bahwa sebagai wanita dewasa Laras kehilangan hak-haknya? Apakah Laras sedemikian tergantung pada sosok Ummi? Atau sebaliknya, Ummi yang t…
Buku Kompeten Berbahasa Indonesia untuk SMA/MA ini dirancang untuk memfasilitasi peserta didik agar memiliki kompetensi literasi sesuai dengan Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka. Kurikulum ini memosisikan bahasa Indonesia sebagai instrumen dasar pembelajaran literasi dan kompetensi berbahasa. Di dalam buku ini, tersaji model pembelajaran sederhana berbasis kegiatan untuk mengasah keterampil…